Berita Terbaru :
Home » » Anggota MRP, Yakobus Dumupa Apresiasi Pengakuan Mendagri Soal ‘Otsus Belum Maksimal’

Anggota MRP, Yakobus Dumupa Apresiasi Pengakuan Mendagri Soal ‘Otsus Belum Maksimal’

Written By Odiyai Wuu on Sabtu, 03 Januari 2015 | 04.16

Ketua Kelompok Kerja Adat MRP, Yakobus Dumupa
Jakarta, MAJALAH SELANGKAH – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Yakobus Dumupa, S.IP mengapresiasi pengakuan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi yang mengatakan  Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua dan Papua Barat belum maksimal dan belum memenuhi harapan pemerintah.

Sebagaimana dilangsir, Antara, Rabu (12/12), Gamawan Fauzi dalam pidatonya yang dibacakan  Dirjen Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan mengatakan, kita harus mengakui tujuan otonomi khusus itu belum sepenuhnya sesuai harapan.

“Kekurangan pencapaian Otsus dilihat dari dua aspek, yaitu kebijakan dan implementasi kebijakan. Dari aspek kebijakan, Otsus di kedua provinsi belum mempunyai petunjuk teknis atau pedoman sebagai tindak lanjut kewenangan yang tertuang dalam Undang-Undang,”kata Mendagri.

Kepada MAJALAH SELANGKAH, Rabu, (13/12), Yakobus mengatakan, Pemerintah Pusat mau mengakui bahwa Otsus Papua belum maksimal, maka itu sebuah langkah maju.

Kata dia, selama ini Pemerintah Pusat cenderung berkampanye bahwa Otsus Papua telah berhasil mensejahterakan orang asli Papua. “Saya salut dan menyambut baik pengakuan yang disampaikan itu,” katanya.

“Dari pengamatan saya, Otsus Papua bukan saja belum maksimal dijalankan, tetapi sebenarnya telah gagal untuk dijalankan,” kata Yakobus.

Ia memaparkan tiga alasan mengapa Otsus Papua gagal dijalankan di Papua. Menurutnya yang pertana, dana Otsus habis dikorupsi oleh politisi dan birokrat. Kedua, isi muatan UU No. 21 Tahun 2001 sebagiannya dilucuti kekuatannya dan sebagiannya tidak diimplementasikan. Ketiga, pelayanan pemerintahan dan pembangunan di Papua tidak dilakukan berlandaskan pada UU No. 21 Tahun 2001.
Terkait evaluasi Otsus yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat, kata Yakobus, sebaiknya dilakukan oleh orang Papua. “Otsus sebaiknya dievaluasi oleh orang asli Papua supaya mereka dapat mengukur sendiri Otsus Papua gagal, belum maksimal atau sukses,”kata dia.

Terkait anggapan sebagian besar orang Papua bahwa Otsus gagal total dan telah dikembalikan, kata Yakobus, itu harus ada bukti ilmiah.

“Pemerintah akan tanya bukti ilmiah mana kalau orang Papu bilang Ootsus gagal tanpa bukti ilmiah. Kalau hanya teriak-teriak Otsus gagal tanpa dibuktikan secara obyektif dengan fakta-fakta yang nyata, maka pemerintah punya alasan untuk membela diri bahwa Otsus sukses,”jelasnya.

Kata Yakobus, soal koordinasi antara Pemprov Papua, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang dijadikan alasan belum maksimalnya Otsus oleh Mendagri akan ditanggapi langusng oleh ketua MRP.

“Soal koordinasi yang dimaksud Mendagri akan ditanggapi oleh Ketua MRP sebagai Juru Bicara MRP sekaligus. Tanggapan saya adalah atas nama pribadi sebagai anggota. Bukan atas nama lembaga MRP,” kata Yakobus Dumupa. (Yermias Degei/MS)

Sumber : Majalah Selangkah
Tanggal : 13 Desember 2012
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI