Berita Terbaru :
Home » » Rencana Seminar di Biak Bukan Resmikan Papua Tengah

Rencana Seminar di Biak Bukan Resmikan Papua Tengah

Written By Odiyai Wuu on Rabu, 17 Desember 2014 | 03.17

Peta Papua Bagian Tengah dan Kepala Burung/Gambar.Ist
NABIRE – Wacana pemekaran Provinsi Papua Tengah yang mulai diperjuangkan sejak beberapa tahun silam masih terus didengungkan sejumlah kalangan. Kalau dulu hanya satu kelompok, sekarang muncul lagi beberapa kubu lagi, walau target perjuangannya sama yakni Provinsi Papua Tengah. Tak kalah menariknya, letak ibukota provinsi jika kelak direstui, juga masih pro dan kontra. Belakangan beredar kabar bahwa hari ini, Kamis (3/5) di Biak ada kegiatan seminar tentang peresmian Provinsi Papua Tengah.

Anggota Majelis Rakyat Papua (MPR), Yakobus Dumupa, S.Ip menilai rencana seminar itu merupakan satu kegiatan yang biasa-biasa saja dan sebagai wujud penyampaian aspirasi masyarakat. Orang Papua sudah terbiasa menyampaikan aspirasinya dengan berbagai cara, dan seminar adalah salah satu cara menyampaikan suatu aspirasi.
“Rencana kegiatan seminar yang akan diselenggarakan di Biak itu bukan puncak acara peresmian Provinsi Papua Tengah,” ujarnya kepada media ini, Rabu (2/5) kemarin.

Rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah, kata Jack, masih diperdebatkan dan diperebutkan oleh tiga kelompok yaitu kelompok Nabire, kelompok Mimika, dan kelompok Biak. Hingga kini kelompok-kelompok itu belum bersatu dan cenderung saling bermusuhan, sehingga salah satu pihak tak dapat memaksakan kehendaknya secara sepihak untuk melakukan Pemekaran Provinsi Papua Tengah.

Majelis Rakyat Papua, katanya, sampai sekarang belum mengeluarkan suatu keputusan dan rekomendasi untuk menyetujui pemekaran Provinsi Papua Tengah. “Pemekaran Provinsi Papua Tengah tidak dapat dilakukan sekarang, karena sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 dalam hal pemekaran Provinsi di Papua harus mendapat pertimbangan dan persetujuan dari DPRP dan MRP,” tutur Sekretaris Pokja Adat MRP ini.

Disinggung tentang keterlibatan UP4B dalam rencana kegiatan seminar tersebut, kata Jack Dumupa, adalah tindakan yang lucu dan aneh. Sebab UP4B sama sekali tidak memunyai kewenangan untuk menyetujui pemekaran daerah, termasuk pemekaran Provinsi Papua Tengah. “Keterlibatan UP4B justru mengindikasikan adanya kepentingan politik tertentu dibalik kegiatan tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia minta kepada masyarakat agar tak terjebak dan terprovokasi dengan rencana seminar yang sejatinya hanya sekedar sebagai wujud penyampaian aspirasi masyarakat. Siapapun boleh menyampaikan aspirasinya, tetapi keputusan untuk menjawab aspirasi tersebut terlebih dahulu harus mempertimbangkan banyak aspek dengan baik dan bijaksana.

Jack juga menyarankan, masyarakat sebaiknya berkonsentrasi untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dengan memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua yang terbaik yang dapat melindungi, memihak dan memberdayakan Orang Asli Papua sebagai pemilik sah Tanah Papua. (you)

Sumber : Papua Post Nabaire
Tanggal : 2 Mei 2012
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI