Berita Terbaru :
Home » , » Kontoversi Dogiyai: Pro Dan Kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai Dalam Fenomena Politik Dan Ekonomi Global, Indonesia, Dan Papua Barat

Kontoversi Dogiyai: Pro Dan Kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai Dalam Fenomena Politik Dan Ekonomi Global, Indonesia, Dan Papua Barat

Written By Odiyai Wuu on Kamis, 04 Desember 2014 | 07.10

Kontoversi Dogiyai:
Pro Dan Kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai Dalam Fenomena Politik Dan Ekonomi Global, Indonesia, Dan Papua Barat


 
Judul : 
Kontoversi Dogiyai: Pro dan Kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai dalam Fenomena Politik dan Ekonomi Global, Indonesia dan Papua Barat

Penulis : 
Yakobus Odiyaipai Dumupa

Penerbit : 
Paradise Press

Tahun terbit : 
2008

Sekilas Isi Buku:
Pemekaran Kabupaten Dogiyai, baik pewacanaan hingga perjuangan realisasi yang berujung dan pro dan kontra pun tidak lepas dari fenomena politik dan ekonomi. Fenomena tersebut semakin menarik untuk dikaji, apalagi jika hal itu terjadi di wilayah Papua Barat. Soalnya, wilayah ini boleh dikatakan sebuah sebuah ”lahan pertarungan” berbagai kepentingan. Di satu sisi orang Melanesia di wilayah ini ”susah-payah” mempertahankan tanah seluhur dan hidupnya, sementara di sisi lain para ”penjajah” merajalela di atas tanah dan di tengah orang Melanesia tersebut. Hal itu menyebabkan rakyat Papua Barat terus berjuang untuk merdeka dari penjajahan Negara Neo-kolonialis Indonesia dan Kapitalis Internasional.

Selain karena takut dengan adanya kepentingan politik dan ekonomo Negara Indonesia dan Kapitalis Internasional, buku dengan gaya bahasa subyektif ini saya tulis karena muak dengan beberapa alasan, yaitu; adanya kepentingan politik dan ekonomi para elit politik lokal Indonesia (elit politik asal Lembah Kamuu dan Pegunungan Mapiha/Mapisa), adanya sikap dan tindakan yang busuk (amoral) dari Tim Sukses Pemekaran Kabupaten Dogiyai, adanya sikap dan tindakan kelompok kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai yang cenderung hanyut dalam ”angin politik”, adanya tuduhan menerima Pemekaran Kabupaten Dogiyai oleh kelompok kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai di tanah Jawa kepada diri saya (yang ditandai dengan tuduhan menerima ”uang sogok” dari kelompok pro Pemekaran Kabupaten Dogiyai), dan adanya caci-maki dan pengkhianatan secara ”kekeluargaan” terhadap diri saya karena masalah Pemekaran Kabupaten Dogiyai.

Semuanya pihak inilah yang saya gugat dalam buku ini, yang boleh dikatakan sebagai sebuah buku pembelaan terhadap diri saya secara prbadi, keluarga, kelompok (sebagai bagian orang Lembah Kamuu dan Pegunungan Mapiha/Mapisa), warga bangsa dan/atau Negara Papua Barat, sebagai orang yang kebetulan berkewarga-negaraan Indonesia (untuk sementara), dan sebagai bagian dari manusia semesta. Saya menempatkan posisi saya dalam kedudukan seperi itu, karena kedudukan itu sebuah kenyataan yang tidak dapat saya sangkal dengan cara apapun.

Buku ini saya tulis bukan untuk mendukung atau menolak Pemekaran Kabupaten Dogiyai, bukan pula untuk memaksa orang untuk menerima atau menolaknya. Bagi saya, menerima atau menolak pemekaran tersebut adalah urusan rakyat sesuai dengan hati nuraninya, karena kedaulatan ada di tengan mereka. Buku ini juga saya tulis tanpa mewakili siapa-siapa; entah keluarga, kelompok pro dan kelompok kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai, atau yang lainnya, tetapi karena merasa mempunyai tanggungjawab secara pribadi sebagai manusia yang ingin merdeka (secara pribadi maupun bangsa).

Yakobus Odiyaipai Dumupa

Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI