Berita Terbaru :
Home » » Kekerasan Bukan Solusi Atas Berbagai Persoalan di Papua

Kekerasan Bukan Solusi Atas Berbagai Persoalan di Papua

Written By Odiyai Wuu on Selasa, 09 Desember 2014 | 23.15

Mencermati  berbagai bentuk kekerasan yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan POLRI di Paniai, terutama tindakan teror, intimidasi, penganiayaan/pemukulan, dan penyisiran ke rumah warga sipil di sekitar Paniai, maka kami sampaikan beberapa pernyataan pers sebagai berikut:

Pertama, kini bukan zamannya lagi untuk menyelesaikan segala permasalahan di Papua dengan cara kekerasan. Jika kekerasan menjadi solusi penyelesaian masalahnya, maka pemerintah gagal menegakkan demokrasi dan hak asasi manusia yang menjadi landasan pembangunan di Indonesia pasca reformasi. Pemerintah gagal mencari solusi damai ketika sebagian orang Papua justru menawarkan penyelesaian masalah Papua secara damai dan bermartabat. Pemerintah masih terjebak dalam paradigma lama yang melabeli semua orang Papua sebagai separatis yang menjadi musuh negara, yang harus dihadapi dengan tindakan kekerasan.

Kedua, segala upaya penyelesaian masalah dengan cara kekerasan di Paniai dan secara umum di Papua adalah tindakan yang justru sangat kontradiktif. Di satu satu sisi pemerintah melalui aparat TNI dan Polri berusaha meredam aspirasi dan perjuangan Papua merdeka, tetapi di sisi lain jika dilakukan dengan cara kekerasan yang membabi-buta, maka justru semakin menyuburkan aspirasi dan perjuangan Papua merdeka. Soalnya, kini satu tembakan senjata saja bunyinya terdengar sampai ke Washington dan London, sehinga justru melahirkan simpatik pihak asing terhadap persoalan kekerasan di Papua. Karena itu, hendaklah segala permasalahan di Papua diselesaikan tanpa kekerasan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Ketiga, pemerintah hendaknya menjamin ketentraman dan keselamatan hidup warga di kabupaten Paniai. Aparat TNI dan POLRI jangan melabeli warga sipil sebagai separatis yang harus dicurigai, diteror, dintimidasi, dan dianiaya atau dibunuh. Jaminan itu terbukti jika warga Paniai yang sudah mengungsi kembali ke rumahnya lagi dan beraktifitas secara normal. Jika warga yang mengungsi belum kembali, maka pemerintah masih belum menjami ketentraman dan keselamatan warga Paniai.

Keempat, pemerintah melalui para petinggi TNI dan POLRI hendaknya mengevaluasi kembali penambahan pasukan di Papua secara besar-besaran akhir-akhir ini yang seakan-akan menjadikan Papua sebagai medan perang. Warga Papua secara psikologis masih berada dalam bayang-bayang ketakutan akibat kekerasan militer selama Orde Baru, sehingga jangan menambah beban psikologis baru lagi bagi mereka.

Kelima, kepada semua pihak dihimbau untuk tidak merasa khawatir dengan berbagai isu berkaitan dengan tanggal 1 Desember. Jangan menjadikan tanggal 1 Desember sebagai hari yang berbahaya, tetapi harus dipandang sebagai hari curah hati orang Papua untuk menyampaikan segala pengalaman dan pergumulan hidupnya. Penyampaian pengalaman dan pergumulan hidup adalah hak asasi semua warga negara sebagai wujud kebebasan menyampaikan pendapat secara damai dan bermartabat yang dijamin secara konstitusional negara Indonesia.

Demikian  beberapa pernyataan pers berkaitan dengan kekerasan yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan POLRI di Paniai secara khusus dan di Papua secara umum. Semoga semua pihak menyadari bahwa "Kekerasan Bukan Solusi Mengatasi Berbagai Persoalan di Papua".
 
Yakobus Dumupa, S.IP 
(Sekretaris Pokja Adat MRP)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI