Berita Terbaru :
Home » » Kegiatan Seminar Peresmian Provinsi Papua Tengah di Biak Tidak Istimewa

Kegiatan Seminar Peresmian Provinsi Papua Tengah di Biak Tidak Istimewa

Written By Odiyai Wuu on Selasa, 09 Desember 2014 | 23.11

Saya ingin menyampaikan beberapa pandangan saya mengenai aspirasi Pemekaran Provinsi Papua Tengah, terutama berkaitan dengan adanya rencana kegiatan Seminar Peresmian Provinsi Papua Tengah, pada 3 Mei 2012 di Biak yang sedang ramai diperbincangkan di tengah masyarakat akhir-akhir ini.
  1. Rencana kegiatan Seminar Peresmian Provinsi Papua Tengah yang akan diselenggaran pada 3 April 2012 di Biak adalah kegiatan yang biasa-biasa saja dan sebagai wujud penyampaikan aspirasi masyarakat. Orang Papua sudah terbiasa menyampaikan aspirasinya dengan berbagai cara, dan seminar adalah salah satu cara menyampaikannya.
  2. Rencana kegiatan Seminar Peresmian Provinsi Papua Tengah yang akan diselenggarakan pada 3 April 2012 di Biak bukan merupakan puncak acara Peresmian Provinsi Papua Tengah, sebab rencana Pemekaran Provinsi Papua Tengah masih diperdebatkan dan diperebutkan oleh tiga kelompok yaitu kelompok Nabire, kelompok Mimika, dan kelompok Biak. Hingga kini ketiga kelompok belum bersatu dan cenderung saling bermusuhan, sehingga salah satu pihak tak dapat memaksakan kehendaknya secara sepihak untuk melakukan Pemekaran Provinsi Papua Tengah.
  3. Majelis Rakyat Papua sampai sekarang belum mengeluarkan Keputusan dan Rekomendasi untuk menyetujui Pemekaran Provinsi Papua Tengah, sehingga Pemekaran Provinsi Papua Tengah tidak dapat dilakukan sekarang, karena sesuai dengan ketentuan UU No. 21 Tahun 2001 dalam hal Pemekaran Provinsi di Papua harus mendapat pertimbangan dan persetujuan dari DPRP dan MRP.
  4. Keterlibatan UP4B dalam rencana kegiatan Seminar Peresmian Provinsi Papua Tengah pada tanggal 3 April 2012 di Biak adalah tindakan yang lucu dan aneh, sebab UP4B sama sekali tidak mempunyai kewenangan untuk menyetujui Pemekaran Provinsi Papua Tengah. Keterlibatan UP4B justru mengindikasikan adanya kepentingan politik tertentu di balik kegiatan tersebut.
  5. Masyarakat hendaknya jangan terjebak dan terprovokasi dengan kegiatan tersebut, karena kegiatan tersebut hanya sekedar sebagai wujud penyampaian aspirasi masyarakat. Siapapun boleh menyampaikan aspirasinya, tetapi keputusan untuk menjawab aspirasi tersebut terlebih dahulu harus mempertimbangkan banyak dengan baik dan bijaksana. 
  6. Masyarakat sebaiknya berkonsentrasi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dengan memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua yang terbaik, yang dapat melindungi, memihak dan memberdayakan Orang Asli Papua sebagai pemilik sah Tanah Papua.
Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
   
Jakarta, 30 April 2012

Yakobus Dumupa, S.IP
(Sekretaris Pokja Adat MRP)


Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI