Berita Terbaru :
Home » » Kata Bijak : Seri 8

Kata Bijak : Seri 8

Written By Odiyai Wuu on Sabtu, 06 Desember 2014 | 02.07

Kata Bijak : Seri 8

 
Orang yang telah kehilangan eksistensi kemanusiaanya selalu rela dan pasrah mencopot kemanusiannya dari dirinya sendiri dan diri orang lain
 (Dumupa Odiyaipai)

Kebodohan utama manusia adalah mereka tidak pernah merasa bodoh. Kesalahan utama manusia adalah mereka tidak pernah merasa salah. Padahal kebodohan dan kesalahan selalu melekat erat dengan manusia
 (Dumupa Odiyaipai)

Kebanyakan penjajah sama seperti baja yang direbus untuk dicairkan. Mereka tak ingin menjadi seperti yang diharapkan kaum terjajah
 (Dumupa Odiyaipai)

Sebagai manusia, membuat kesalahan dan menyesalinya adalah wajar. Yang tidak wajar adalah mengulangi kesalahan sama yang disesalinya itu
(Dumupa Odiyaipai)

Rasa, pikir, dan tindak simpati dan peduli kebanyakan muncul setelah manusia menciptakan masalah, padahal selama mereka menciptakannya mereka tak pernah membayangkan akan berasa, berpikir, dan bertindak simpati dan peduli
 (Dumupa Odiyaipai)

Memberi seuntai bibit ubi dan menyarankan untuk berkebun kepada orang lapar, lebih berharga dari pada memberinya seribu hektar kebun ubi. Dengan demikian, engkau tidak hanya mengeyangkan laparnya, tetapi menyelamatkan hidupnya
(Dumupa Odiyaipai)

Pejalan kaki yang tangguh tidak peduli berapa lama dan berapa jauh ia akan berjalan
(Dumupa Odiyaipai)

Engkau hanya boleh menerima sedikit saran dari orang yang mengamati perjuanganmu, karena mereka tidak berjuang sepertimu. Terimalah lebih banyak saran dari dirimu sendiri, karena engkaulah yang tahu liku-liku perjuanganmu sendiri
(Dumupa Odiyaipai)

Memperjuangkan kemerdekaan bagai mengurai benang kusut, membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk mencapainya
(Dumupa Odiyaipai)

Ketika engkau berjalan dari, oleh, dan untuk kebenaran, ketidakbenaran pasti menghadangmu. Tetapi ketika engkau mengalahkan ketidakbenaran itu dan terus berjalan, maka engkau adalah pemenangnya dan kebenaran pasti menjadi milikmu
(Dumupa Odiyaipai)

Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI