Berita Terbaru :
Home » » Dumupa: SBY Tidak Pantas Terima Word Statesman Award dari ACF

Dumupa: SBY Tidak Pantas Terima Word Statesman Award dari ACF

Written By Odiyai Wuu on Rabu, 10 Desember 2014 | 19.06

SBY Terima Word Statesman Award dari ACF
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Rencana pemberian penghargaan World Statesman Award (Negarawan Dunia) kepada Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh Appeal of Conscience Foundation (ACF), lembaga hati nurani, yang bermarkas di New York, Amerika Serikat menuai pro-kontra di Indonesia.

Sejumlah petinggi negara membela SBY dari kecaman rakyat. para petinggi yang mendukung itu menilai, SBY  sangat layak menerima penghargaan itu.

Sejumlah pihak lain terang-terangan mengutuk dan menolak penghargaan tersebut. Pihak yang menolak berpendapat, SBY selaku Presiden Republik Indonesia belum menciptakan kehidupan yang toleran antarumat beraga dan belum  menciptakan demokrasi di Indonesia.

Kecaman tidak hanya datang dari Jakarta tetapi juga dari Papua. Sekertaris Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MRP), Yakobus Dumupa mengatakan, SBY tak layat penerima World Statesman Award.

"Kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum dibungkam secara represif, sejumlah orang ditahan secara sewenang-wenang, sejumlah orang dibunuh secara keji, sejumlah oknum TNI dan POLRI membeking berbagai kegiatan maksiat dan pencurian kekayaan alam Papua," kata Yakobus dalam Pers Release yang dikirmkan kepada majalahselanglah.com, Senin, (27/05/13).

Kata dia, tidak hanya itu. "Tanah-tanah adat di Papua dicaplok seenaknya saja, wilayah Papua dijadikan tanah koloni oleh para imigran yang masuk seenaknya saja ke Papua, diskriminasi yang sistematis dalam sejumlah sektor kehidupan, dan masih banyak kejahatan kemanusiaan lainnya. Ini terjadi dalam kepemimpinan SBY sebagai kepala negara," kata dia.

"Apa artinya penghargaan tersebut, sementara dalam kapasitasnya sebagai kepala negara beliau belum mampu menciptakan kehidupan yang penuh toleransi di Indonesia?," tanya Dumupa.

"Apa artinya penghargaan tersebut, sementara dalam kapasitasnya sebagai kepala negara beliau juga belum mampu mengatasi pelanggaran hak asasi manusia di Papua yang cenderung meningkat dan dilakukan secara sistematis?" lanjut Alumnus STPMD APMD Yogyakarta itu.

Sementara itu, pastor Prof. Frans Magnis Suseno, SJ juga melayangkan surat terbuka berisi penolakan terhadap rencana pemberian penghargaan kepada SBY sebagai negarawan dunia.

"Again, whom did you ask for information before making you award choice? What could be your motivation to bestow upon this President a reward for religious tolerance who so obviously lacks any courage to do his duty protecting minorities?," isi surat itu.

Sementara Imam Shofwan, seorang muslim yang tinggal di   Jakarta Selatan mengeluarkan petisi berjudul: No World Statesman 2013 For Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam petisinya itu, ia sebagai warga negara  mengaku malu bila SBY  menerima penghargaan sebagai negarawan dunia dalam toleransi antarumat beragama.

"Sebagai Muslim dan warga Indonesia, saya malu dengan banyaknya kekerasan atas nama agama di bawah pemerintahan saat ini. Kelompok ekstrim dibiarkan membunuh warga Syiah dan warga Ahmadiyah."

"Di beberapa daerah mayoritas Kristen di Indonesia, mulai ada Masjid yang dipersulit pembangunannya. Pemerintahan lokal menghambat pembangunan gereja-gereja Kristen, termasuk HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin, dekat Jakarta," tulisnya.

"Bahkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bisa-bisanya berkata bahwa kalau Ahmadiyah hilang, pasti masalah juga hilang. Semua pembiaran ini berbahaya karena ia merusak sendi kebangsaan Indonesia," tulis Imam di www.change.org.

Imam juga berpendapat, bila mungkin, ACF beri kesempatan pada SBY untuk mengubah dan memperbaiki kinerjanya, barulah setelah beberapa tahun, penghargaan itu diberikan, bila SBY menunjukkan perkembangan baik.

Di atas kecaman, penolakan, petisi dan rasa malu sebagian besar warga negara Indonesia, SBY dijadwalkan akan berangkat ke AS menerima penghargaan Negarawan Dunia sekaligus  membahas Millenium Development Goals (MDGs) 2015 di AS. (BT/MS)

Sumber : Majalah Selangkah
Tanggal : 28 Mei 2013
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI