Berita Terbaru :
Home » » Dumupa : Jangan Salah Pilih Figur Gubernur dan Wakil Gubernur

Dumupa : Jangan Salah Pilih Figur Gubernur dan Wakil Gubernur

Written By Odiyai Wuu on Rabu, 10 Desember 2014 | 00.22

Masyarakat Dani Saat Pencoblosan Suara Pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua
NABIRE – Hari pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2013-2018 makin dekat. Selasa pekan depan (29/1), warga pemilih akan menyalurkan hak politiknya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Memilih enam pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua yang sedang berkampanye, sebaiknya tidak sembarang.

“Saran saya, alangkah baiknya masyarakat memilih para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur ini dengan bijak,” kata Sekretaris Pokja Adat Majelis Rakyat Papua (MPR), Yakobus Dumupa, S.Ip, Jumat (18/1).

Dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi media ini, ia menyatakan, memilih pemimpin politik dalam negara demokrasi adalah hak asasi dan hak konstitusional yang melekat pada setiap warga negara yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Namun, bukan berarti hak itu dapat digunakan sembarang dan seenaknya saja, apalagi hak itu dijual hanya untuk kepentingan sesaat.

Menurutnya, ada beberapa hal atau syarat yang dipertimbangkan untuk memilih figur pemimpin lima tahun ke depan. Pertama, orang yang rendah hati dan merakyat. Memahami kebutuhan rakyat dan mau bergaul dan bersama rakyat membangun Papua. Syarat kedua, orang yang berani dan rela berkorban untuk rakyatnya apapun konsekwensinya. Harus berani melawan hegemoni Jakarta yang kadangkala merugikan orang asli Papua, harus berani melawan dan menghancurkan sistem politik dan birokrasi busuk, dan harus berani melawan para investor yang cenderung merugikan orang asli Papua sebagai pemilik tanah Papua yang selama ini dibangun di Papua.

“Baiknya pilih orang yang jujur dan tidak korupsi. Harus jujur mengelola dana yang dikucurkan ke Papua yang jumlahnya triliyunan rupiah per tahun dan tidak melakukan korupsi untuk memperkaya diri dan keluarga serta kroni-kroninya,” ujar Dumupa.
Syarat lain, orang yang mampu mengelola kepemimpinannya dengan baik. Dengan kepemimpinannya mampu mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan antar lembaga di provinsi dan dengan kabupaten/kota seluruh Papua dengan baik, sehingga pelayanan pemerintahan dan proses pembangunan dapat dilakukan secara seirama dan berkesinambungan.

“Kemudian, orang yang memunyai visi dan misi yang gemilang. Setidaknya visi dan misinya benar-benar menyentuh akar permasalahan pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat,” tulisnya.

Anggota MRP ini memaparkan, dengan pertimbangan utama orang asli Papua harus menjadi penguasa di tanah Papua sebagai tanah warisan leluhurnya yang sah, maka MRP telah berjuang mati-matian agar Gubernur dan Wakil Gubernur Papua mendatang harus orang asli Papua, mulai dari rancangan Perdasus, proses hukum di MK, hingga pemberian pertimbangan dan persetujuan terhadap bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua. “Hasilnya, semua calon Gubernur dan Wakil Gubernur sekarang adalah orang asli Papua. Ini soal harga diri dan kehormatan kita sebagai orang yang memiliki tanah ini, dan kita bersyukur karena Tuhan telah memihak kita walaupun banyak tantangan dan gugatan yang kami hadapi selama proses panjang tersebut,” kata Jack.

Karena hak memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua hanya berlaku satu kali dalam satu tahun, harap dia, masyarakat hendaknya menggunakan hak pilihnya dengan bijak sambil mempertimbangan lima syarat yang disarankan tadi. “Saya percaya jika masyarakat memilih dengan mempertimbangkan syarat-syarat itu, maka pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat lima tahun ke depan akan berjalan dengan baik. Jika tidak, maka kita akan mengalami kegagalan untuk membangun diri kita dari waktu ke waktu, dan jangan salahkan siapa-siapa jika itu yang terjadi.” (ist/you)

Sumber : Papua Pos Nabire
Tanggal : 21 Januari 2013
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI