Berita Terbaru :
Home » » Dari Segi Moralitas Politik, Alangkah Baiknya Orang Papua Menentukan Nasibnya Sendiri

Dari Segi Moralitas Politik, Alangkah Baiknya Orang Papua Menentukan Nasibnya Sendiri

Written By Odiyai Wuu on Kamis, 04 Desember 2014 | 21.37

Menanggapi pernyataan Ulil Abshar di media online itoday.co.id, yang berpendapat bahwa sebaiknya Papua merdeka saja, saya ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut.

Pertama, pernyataan Ulil harus ditanggapi sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat yang menjadi haknya sebagai manusia dan warga negara Indonesia yang kebebasannya dijamin oleh Konstitusi negara Indonesia. Siapapun di Indonesia dapat menyampaikan pendapatnya, termasuk pendapat mengenai Papua merdeka, sebagaimana disampaikan oleh saudara Ulil.

Kedua, sebenarnya secara tidak langsung Saudara Ulil hendak menyampaikan bahwa ada masalah yang belum selesai mengenai status politik Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saudara Ulil hendak mengingatkan kepada penyelenggara negara Indonesia dan segenap warga negara Indonesia bahwa status politik Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia masih bermasalah, dan oleh karenanya harus diselesaikan secara arif dan jujur.

Ketiga, saya setuju bahwa mempertahankan wilayah Papua ke dalam kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia membutuhkan biaya yang besar. Dapat dipastikan negara mengeluarkan dana beberapa triliyunan rupiah setiap tahun hanya untuk mempertahakan Papua ke dalam kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, padahal pada saat yang sama angka kemiskinan terus meningkat dari tahun ke tahun. Padahal dana sebanyak itu alangkah baiknya memperhatikan orang-orang miskin yang memerlukan uluran tangan dari pemerintah.

Keempat, dari segi moralitas politik, sebaiknya pemerintah Indonesia memberikan kebebasan kepada orang Papua untuk menentukan nasibnya sendiri, dari pada secara sepihak  mempertahankan Papua ke dalam kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akibat sengketa politik antara pemerintah Indonesia dan rakyat Papua banyak orang Papua yang mati terbunuh, padahal apapun alasannya membunuh adalah dosa. Saya seringkali heran, di satu sisi kita mengakui diri sebagai orang beragama, tetapi di sisi lain kita justru menjadi dalang dan aktor pembunuh. Apakah dengan bertindak begini kita punya peluang masuk surga kelak? Saya rasa tidak. Dari segi moralitas politik, alangkah baiknya orang Papua menentukan nasibnya sendiri secara bebas.
 
Jayapura, 11 Agustus 2012

 
YAKOBUS DUMUPA, S.IP
(Anggota MRP, Sekretaris Pokja Adat MRP)
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI