Berita Terbaru :
Home » » Berburu Keadilan Di Papua

Berburu Keadilan Di Papua

Written By Odiyai Wuu on Sabtu, 29 November 2014 | 21.55

Berburu Keadilan Di Papua
Mengungkap Dosa-dosa Politik Indonesia di Papua Barat

Judul : 

Berburu Keadilan di Papua: Mengungkap Dosa-dosa Politik Indonesia di Papua Barat
Penulis :

Yakobus Odiyaipai Dumupa
Pengantar :

Johnson Panjaitan
Penerbit :

Kerja sama Pilar Media Yogyakarta dan AMP Internasional
Tahun Terbit :

2006
Sekilas Isi Buku :
Buku ini merupakan “Kumpulan Tulisan-Tulisan Lepas” yang telah saya tulis selama ini. Sebagian dari tulisan lepas ini telah dimuat dalam beberapa buletin, surat kabar dan website, tetapi juga sebagian belum dimuat. Buku ini terbagi dalam “Tiga Bagian”. Bagian pertama tentang Politik, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Bagian kedua tentang Ekonomi, Sosial dan Budaya. Bagian ketiga tentang Kumpulan Surat-Surat.

Bagian pertama mengupas tentang segala kesalahan yang saya sebut “dosa-dosa” yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik orang Papua Barat sendiri maupun non Papua Barat di bidang Politik, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Rekasaya politik, mengingkaran terhadap nilai demokrasi dan pelecehan hak asasi manusia rakyat Papua Barat yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Belanda, Indonesia dan PBB dalam integrasi Papua Barat dengan Indonesia yang cacat hukum dan moral itu telah dibahas pada bagian ini. Politik pembangunan (developmentalisme) Indonesia yang tidak demokratis dan berperikemanusiaan yang selama ini sudah dan sedang serta kemungkinan akan dilakukan oleh Indonesia di Papua Barat juga dibahas di sini. Pada bagian lain membahas aksi orang Papua Barat sendiri dan orang yang “pura-pura” baik dan benar dalam membela rakyat Papua Barat selama ini.

Bagian kedua mengupas tentang segala “dosa-dosa” yang dilakukan oleh Indonesia dan kawan-kawannya dalam bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya. Karena latar belakang ekonomi dan aksi kapitalisme global maka rakyat Papua Barat menjadi korban manipulasi sejarah, politik dan segala hak sebagai bangsa telah hancur. Dalam “dosa-dosa” sosial kita dapat menemukan segala kesalahan yang dilakukan oleh Indonesia dan kawan-kawannya yang telah memporak-porandakan seluruh kehidupan rakyat Papua Barat. Sama halnya dalam bidang budaya. Dalam bidang ini pula eksistensi diri manusia sebagai pribadi maupun bangsa yang berawal dari kehidupan nenek moyang rakyat Papua Barat, telah hancur lebur oleh bangsa-bangsa yang merasa diri manusia yang berbudaya. Dalam bagian kedua ini juga kita akan menemukan aksi perpanjangan tangan para penjajah oleh orang Papua Barat sendiri. 

Bagian ketiga memuat Kumpulan Surat-Surat. Pada dasarnya pembahasan yang dimuat dalam surat-surat sebagai isi surat adalah masalah kebohongan sejarah, masalah pengingkaran terhadap nilai demokrasi dan hak asasi manusia, masalah aksi penjajahan modern dan berbagai masalah yang menyebabkan rakyat Papua Barat selalu menderita berkepanjangan. Pada bagian lain surat-surat ini juga mengajak kepada umat manusia untuk bertobat, ajakan untuk melawan kelaliman dan meminta pertanggung jawaban Amerika  Serikat, Belanda, Indonesia dan PBB untuk bertanggung jawab (menebus) dosa pembohongan dalam sejarah masa lampau terhadap rakyat dan bangsa Papua Barat.

Jika kita mengikuti isi ketiga bagian dalam buku ini, kita akan menemukan “hubungan saling keterkaitan dan saling mendukung” antara satu bagian dan bagian lain, antara satu judul pembahasan dan judul pembahasan lain. Pada dasarnya ketiga bagian ini membahas beberapa hal penting dengan pendekatan yang berbeda. Hal-hal penting itu adalah : hakekat kemerdekaan bagi Rakyat Papua Barat juga Indonesia dan manusia semesta, pentingnya penghormatan terhadap nilai demokrasi dan hak asasi manusia, mengungkap dosa-dosa Amerika Serikat, Belanda, Indonesia dan PBB dalam aneksasi Papua Barat ke Indonesia dan latarbelakang yang mendorong anekasi itu dan seruan untuk “menebus dosa” masa lampau yang telah menyebabkan rakyat Papua Barat menderita hingga saat ini. Disinilah kita akan menemukan maksud sesungguhnya isi buku ini.

Yakobus Odiyaipai Dumupa
Share this post :

Komentar Anda :

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2016 ODIYAI WUU.COM | Website Pribadi DUMUPA ODIYAIPAI